Selesai Sholat Dhzuhur dan makan siang-pembagian doorprize, acara diakhiri dengan sesi foto bersama. Dalam dokumentasi foto dibawah ini adalah rumpun mbah Abdullah.
Baca Selengkapnya.....
- Beranda
- Organisasi Paguyuban
- Bacaan
-
Galeri
Foto Blog
Video Blog
- Jabat Tangan
- Link
Tampilkan postingan dengan label Rumpun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rumpun. Tampilkan semua postingan
Senin, 03 November 2014
Minggu, 02 Desember 2012
Video: Pesan dan Kesan Soekarso KB EKK di Lokojoyo TH. 2006
Soekarso (Pakde Karso) dalam sambutannya berpesan agar acara pertemuan yang telah terlaksana di tempat Koetihadi (Pakde Koeti) ini dapat berjalan lancar tanpa halangan suatu apapun dan memohon pada Allah SWT dan berdoa semoga acara pertemuan Keluarga Besar Eyang Khasan Kartoredjo dapat berlanjut atau dilanggengkan.
Soekarso (Pakdhe Karso)merupakan anak ke-2 dari pasangan Mbah Abdullah (mbah Dolah) dengan Mbah Saodah. Mbah Karso ini memiliki satu orang kakak perempuan yaitu mbah Siti, dan 8 adik yaitu : Machari, Soekarman, Wiharto, Koetihadi, Koetiharso, Tjipto Soesilo, dan Tjipto Rahardjo. Jadi seluruhnya 9 bersaudara.
Baca Selengkapnya.....
Soekarso (Pakdhe Karso)merupakan anak ke-2 dari pasangan Mbah Abdullah (mbah Dolah) dengan Mbah Saodah. Mbah Karso ini memiliki satu orang kakak perempuan yaitu mbah Siti, dan 8 adik yaitu : Machari, Soekarman, Wiharto, Koetihadi, Koetiharso, Tjipto Soesilo, dan Tjipto Rahardjo. Jadi seluruhnya 9 bersaudara.
Baca Selengkapnya.....
Jumat, 30 November 2012
Sekilas Tentang Organisasi Paguyuban Eyang Khasan Kartoredjo
![]() |
| Kebiasaan Musyawarah dan Rembug Keluarga Menjadi Tradisi dalam setiap acara Pertemuan (Dok. Babalan Kidul Bojong , 2005). |
Ucapan terima kasih khususnya kami sampaikan kepada pengurus paguyuban sebelumnya dan juga para penasehat sepuh yang telah memberikan amanat dan kepercayaan untuk menghimpun, mengolah, menyajikan, dan mengelola berbagai informasi melalui blog ini.
Saat ini kepengurusan paguyuban yang lama untuk Ketua Bapak Koetihadi dan Wakil Ketua Bapak Unarjo telah masuk dalam penasehat bersama penasehat sepuh lainnya. Untuk aktifitas kepengurusan paguyuban selanjutnya di serahkan kepada yang lebih muda atau generasi ke-4 dari keturunan Eyang Khasan Kartoredjo.
Berdasarkan rangkuman catatan sejarah dan keterangan dari keturunan kedua, Eyang Khasan Kartoredjo yang beristrikan Marjamah ini memiliki gelar Raden Mas, namun karena kehendak beliau sendiri maka gelar kebangsawan ini tidak dilanjutkan lagi mulai dari keturunannya yang pertama. Dari ke 4 putra-putri beliau tidak ada satupun yang bergelar kebangsawan.
Keempat keturunan beliau adalah :
1. Mbah Abdullah (Mbah Dollah), beristrikan Mbah Saodah.
2. Mbah Soeparno (Mbah Parno), beristrikan Mbah Raidah.
3. Mbah Soenari Soetini (Mbah Suti), bersuamikan Mbah Dja'am.
4. Mbah Oemi Tjariyah (Mbah Umi), bersuamikan Raden Soegiri.
Dari keempat keturunan pertama inilah kemudian melahirkan rumpun keluarga Mbah Dollah, Mbah Parno, Mbah Suti, dan Mbah Umi. Keempat keturunan keluarga Eyang Khasan Kartoredjo ini kemudian mempunyai keturunan yang telah sedemikian besar sehingga dipandang perlu diadakan pertemuan keluarga dan mendirikan paguyuban guna mempererat tali silaturahmi atau kalo dalam bahasa Jawa diibaratkan dengan istilah "ngumpulke balung pisah".
Kekerabatan yang semakin kuat diharpakan dapat terjadi hubungan antar rumpun keluarga saling harmonis, saling bantu dan tolong menolong, serta memperkuat rasa kebersamaan. Bagi generasi-generasi mudanya hal ini sangat bermanfaat mengingat dalam pertemuan seringkali satu dengan yang lain banyak yang belum dikenal karena terpisahkan jarak dan waktu yang cukup panjang tidak saling bertemu.
Dari generasi-generasi sepuh inilah bagi kawula muda dan cucu atau cicit atau buyut saling dikenalkan sehingga tidak sekedar dengan nama namun dapat kenal wajah dan saling bertatap muka setiap kali diadakan pertemuan besar keluarga yang diagendakan sekali setiap tahunnya.
Demikian sedikit ulasan mengenai 4 rumpun besar dari Eyang Khasan Kartoredjo, yang akhirnya diharapkan dari setiap anggota rumpun yang sudah ditunjuk untuk menjadi koordinator rumpun dapat bertanggungjawab "nguri-nguri" dan " ngopeni" tali komunikasi dan silaturahmi sehingga paguyuban ini dapat berlanjut dan tetap eksis bagi generasi penerus selanjutnya.
Baca Selengkapnya.....
Langganan:
Postingan (Atom)
